This is printable version of
http://black-it.net/home/index-0x64657461696C-bit-780b2296e29ab26afcd39d05fff46e8b-x-1.jsp




Hey Generasi Mlempem, Ternyata Komentar itu BENAR!

 

------------------------------------------------------------
Author  : SPYRO KiD
Mail    : admin-wexwextung@wexwextung-spyrozone-wexwextung.net
URL     : http://spyrozone.net
Date    : 23 March 2009
Posted under : B-IT Nutrition
Copyleft (c) 2009 Black-IT.NET All Rights Reserved

------------------------------------------------------------

 

Kerupuk PutihSeseorang secara tidak langsung melontarkan komentar kurang menyenangkan ketika para crew Black-IT mengadakan seminar & pelatihan di suatu SMKN.

Komentar tersebut mengatakan bahwa IT di kampus kami mlempem jika dibandingkan dengan salah satu universitas yang cukup ternama di Indonesia yang katanya banyak Hacker-nya.


Sebagai keluarga besar kampus terkait, saya (dan tentunya teman-teman kampus) pasti merasa tidak nyaman bukan (terlepas komentar itu ditujukan untuk satu atau beberapa orang) dengan komentar seperti itu? Bayangkan kalau kampus Anda dikomentari mlempem di depan Anda secara langsung, sekaligus dibanding-bandingkan dengan kampus lain. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, sepertinya tanpa kita sadari perkataan itu MEMANG BENAR. Mari kita buka ke-Mlempem-an itu satu-persatu. Tidak usah banyak-banyak, kali ini cukup 3 point saja:



1. Kebiasaan Menjadi Plagiator

Terkadang kita memang "kreatif" dan "terlalu baik" dalam hal menyebarluaskan informasi. Salin Artikel Orang lain ke blog sendiri, lalu dengan "kreatifitas plagiat", kita ubah nama Authornya dengan nama sendiri tanpa mencantumkan sumber aslinya dari mana.

Bukan itu yang namanya "menyebarluaskan informasi". Menyebarluaskan informasi bukan berarti menggandakan artikel orang lain tanpa izin, apalagi dengan kurang ajar mengganti nama author dengan nama sendiri tanpa menyebutkan dari mana sumber aslinya. Padahal, dengan waktu untuk belajar dan ilmu yang telah ditempuh beberapa tahun di kampus saya rasa sudah cukup untuk menghasilkan karya original. Ini fenomena mahasiswa IT yang telah menjadi tradisi buruk selama bertahun-tahun., minimnya penghargaan atas hasil karya orang lain. Come on.. kita semua pastinya mencintai sesuatu yang sederhana namun original daripada sesuatu yang menakjubkan tapi hasil pencurian karya cipta orang lain bukan?

So, apakah kita bagian dari orang yang menganut kebiasaan ini? Silahkan berkaca sendiri.



2. Mahluk sosial PALSU

Kalo dipikir-pikir, ternyata banyak mahluk egois dan individualis yang mengaku-ngaku sebagai mahluk sosial di kalangan IT. Banyak yang masih punya pemikiran sempit dan bodoh:

"Ah, yang penting urusanku beres, biarin ajah dia pusing, aku khan juga punya kesibukan. Jadi biarin yang lain ajah yang bantu"
"Halah, udah ada si A, ngapain q harus ikut-ikutan mikirin masalah itu.."
"Ngapain ikut-ikutan ribet, q khan ga ada hubungannya sama masalah dia.."
"Minta tolong si A aja ah, q tau dia sibuk, tapi khan biasanya masalah selalu beres kalo dia yang tangani"

Ya, masih banyak yang buta dengan arti teman dan sahabat. Nggak usah jauh-jauh ke level "sahabat", arti teman ajah banyak yang masih buta. Teman itu harus bisa mengerti dan menyadari keadaan masing-masing. Teman harus saling mengisi dengan kesadaran, bukan melulu minta diisi. Teman harus saling mengerti kondisi, bukan hanya memandang dari sisi diri sendiri. Teman harus saling mengingatkan dengan cara yang baik, mensyukuri setiap pemberian, dan ikhlas dalam setiap kebersamaan.

Masih banyak yang matanya tertutup dan terlalu egois untuk menyadari bahwa "teman bukan sarana untuk menutupi kekurangan". "Teman bukan sarana untuk menambal kebutuhan".  So, apakah kita sebagai mahasiswa IT bagian dari orang yang menganut kebiasaan ini? Silahkan berkaca sendiri.



3. Kehidupan Yang Sia-Sia

Menempuh pendidikan, mendapatkan pekerjaan layak dan meraih kesuksesan, kemudian memiliki keluarga bahagia. Ah, siapa yang tidak memimpikan hal itu? Namun sayang sekali, banyak yang melupakan satu hal yang tak kalah penting dalam hidup sebagai manusia: kontribusi & pengabdian pada apa yang telah membentuk kehidupan kita. Mahasiswa IT seharusnya sadar diri pada apa yang telah membentuk mereka. Mahasiswa IT seharusnya mensyukuri pada apa yang dianugrahkan pada mereka. Dan salah satu bentuk rasa syukur itu adalah kontribusi kepada masyarakat. Jika semasa kuliah dulu sibuk dengan berbagai training, pelatihan, kegiatan-kegiatan lab yang katanya "demi mencerdaskan bangsa", maka setelah kesuksesan disandang.. yang dipikirkan hanya "demi mencerdaskan SDM perusahaan" atau kalau dihitung hash-nya menjadi "demi mendapatkan lebih banyak kekayaan".

Masih minim yang sadar bahwa di luar sana masih banyak yang buta teknologi. Masih sedikit yang sadar bahwa kita punya "kewajiban" untuk berkontribusi bagi masyarakat, sebagai salah satu tanda bahwa kita layak disebut sebagai "manusia".

"Orang hidup itu dinilai dari karyanya. Jika dia berkarya buruk, maka setelah kepergiannya, dia akan dikenang sebagai orang yang buruk. Jika dia berkarya baik, maka setelah kepergiannya, dia akan dikenang sebagai orang yang baik. Jika dia tidak pernah berkarya, maka ada atau tidaknya di dunia ini tidak membawa arti apa-apa. Jadi tidak ada bedanya antara dia pernah ada di dunia ini atau tidak. Orang seperti inilah yang disebut manusia dengan kehidupan yang sia-sia."
----//spyro_zone kepada zizmanis_it06, lewat YM, 2007

So, apakah kita termasuk golongan ini? Silahkan berkaca sendiri.



Jadi sekarang, silahkan menilai sendiri apakah kita layak mendapat predikat "mahasiswa mlempem" atau tidak. Kalau memang salah satu jawaban dari 3 point diatas adalah "YA", maka jangan sakit hati atau merasa gusar kalau ada yang bilang kalo kita adalah "mahasiswa mlempem".


Semoga bisa dijadikan wacana dan cerminan untuk menjadi lebih baik.



---------------------------------------------------
Sidoarjo, 23 Maret 2009 dengan segelas kopi hangat dan kerupuk setengah mlempem.



****Updated: 25 Maret 2009
Terima kasih banyak kepada pihak terkait atas kata-kata tersebut. Semua teman-teman yang saya mintai komentar atas artikel ini akhirnya tertusuk dan mengakui bahwa dirinya memang termasuk generasi mlempem yang tidak lolos dari 3 atau salah-satu point diatas ---> termasuk saya nich kayaknya hehehe..




SPYRO KiD
http://spyrozone.net


//E.O.F